KUCHING, SARAWAK – 30 April 2026 – Baliola, perusahaan teknologi blockchain asal Indonesia, tanggal 28 April 2026 mengumumkan partisipasi CEO-nya, I Gede Putu Rahman Desyanta, sebagai panelis dalam konferensi internasional PROTECT Sarawak 2026. Acara yang berlangsung di The Waterfront Hotel, Kuching ini merupakan konferensi internasional pertama di Sarawak yang mengusung tema “Protecting Data, Building Trust”.
Dalam dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan regional, peran kepemimpinan visioner menjadi krusial dalam menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab etis. Hal ini ditegaskan melalui keterlibatan aktif Bapak I Gede Putu Rahman Desyanta dalam ajang PROTECT Sarawak 2026 International Conference, sebagai salah satu pakar yang diundang dari Indonesia, I Gede Putu Rahman Desyanta hadir menjadi bagian dari dialog strategis pada sesi Panel Dialogue II yang mengangkat tema “Human-Centric AI in Practice: Accountability, Sustainability & Digital Trust”.
Dalam forum internasional ini, beliau berbagi panggung dan pemikiran bersama mitra strategis seperti Dr. Daniel Cf Ng dari Omni-Integra (Graphen AI Partner) serta Ts. Dr. Norsaidatul Akmar Mazelan yang merupakan Founder dan Sekretaris Jenderal SustNET, dan Faizal Shebli (Managing Director, AG MATE, Malaysia)
Keikutsertaan beliau sebagai panelis merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendiskusikan bagaimana teknologi masa depan—khususnya kecerdasan buatan (AI)—harus dirancang dengan mengutamakan manusia, transparansi, serta keberlanjutan. Diskusi ini menjadi semakin relevan mengingat fokus acara PROTECT Sarawak adalah memperkuat perlindungan data dan membangun kepercayaan digital di seluruh lapisan masyarakat.
Konferensi ini sendiri didukung penuh oleh otoritas setempat, termasuk Sarawak Multimedia Authority (SMA) dan Sarawak Digital Economy Corporation (SDEC), serta diresmikan oleh Premier of Sarawak. Kehadiran I G P Rahman Desyanta di forum ini tidak hanya memperkuat jejaring kolaborasi lintas negara di Asia Tenggara, tetapi juga menempatkan perspektif praktisi dari Bali dalam peta dialog kebijakan teknologi global yang lebih luas.
Acara ini juga akan diresmikan oleh Premier of Sarawak, YAB Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, yang akan memberikan pidato kunci mengenai masa depan digital Sarawak.
PROTECT Sarawak 2026: Konferensi internasional perdana di Sarawak yang berfokus pada kebijakan, teknologi, dan praktik terbaik dalam perlindungan data pribadi (PDPA) dan keamanan siber.